3. 勇 Yu Keberanian
Sebelum membahas Yu, kita kupas dulu apa itu 武士道 Bu Shi Do Jalan Prajurit, kl boleh saya terjemahkan dgn bebas adalah Pendidikan Militer , didalam pendidikan, para pemuda dididik dgn keras, secara fisik, kepiawaian senjata, taktik perang dll, mereka khusus dididik untuk menjadi seorang Nasionalis, yg siap membela tanah air, jadi Yu disini adalah berani berperang untuk melawan musuh, tidak takut mati, doktrinnya hanya membunuh atau dibunuh, hidup atau mati, jika mempelajari sejarah perang dunia ke II, kita bisa melihat negara Jepang dgn pendidikan militerisme, sukses membentuk prajurit2 yg tangguh serta sangat ditakuti di Asia Pacific, krn kemampuan bertempur, kecanggihan alutsita, ditunjang dgn prajurit2nya yg berani mati, sangat kejam, biadab tidak berperi kemanusiaaan, hanya dlm hitungan bulan, tentara Inggris dan Belanda disapu dari Asia tenggara, tak pelak lagi militerisme ala Jepang ini, telah menimbulkan tragedi kemanusiaan bagi rakyat di Asia, juga berbuah tragedi & bencana bagi rakyat Jepang, dgn meledaknya 2 bh bom atom yg mengakhiri militerisme Jenang, berkaca dari tragedi militerisme Jepang, Sosai Masutatsu Oyama memasukan unsur Zen kedalam pendidikan Kyokushin Karate, jadi Zen Bu Kyokushin Karate menjadi sebuah metode pendidikan Karakter yg utuh, selain mendidik sisi Afektif/moral & budi pekerti/Zen, juga mendidik sisi Psycho motoric/mental & spirit/Budo, jadi Yu Berani disini hrs didasari dgn Gi Kebenaran yg berlaku universal & umum, jadi Berani karena Benar, selain itu kita akan dididik untuk Berani melakukan, berani mencoba, berani menghadapi cobaan, berani menerima tantangan, berani mengakui kekalahan, berani mengakui kesalahan, berani meminta meminta maaf, berani menghadapi kegagalan, serta berani untuk bangkit & memulai lagi, jadi tak pelak lagi inilah jiwa Yu Berani yg Shin/Sejati, inilah yg dinamakan semangat 頑張 Ganbatte Pantang menyerah, saya yakin jika kita semua telah memiliki jiwa Yu yg sejati, pasti tidak ada yg bisa menghambat jalan kita, untuk mewujudkan mimpi & cita2.
4. 名譽 Mei Yo Nama Baik, Kehormatan, Harga Diri, Harkat, Martabat, Keluhuran Budi Pekerti, dan Kemuliaan Watak
Bangsa Jepang memiliki kultur menjunjung tinggi Mei Yo, juga budaya Malu, jadi mereka sll menjaga Kehormatan dgn sepenuh jiwa, serta memegang teguh Harga Diri dgn taruhan nyawa, jaman old bangsa Jepang memiliki tradisi Seppuku untuk menebus kesalahan/kegagalan yg mereka lakukan dgn nyawa mereka, Seppuku memiliki ritual yg sakral, yg hanya boleh dilakukan oleh kasta Samurai, jadi tdk bisa disamakan dgn kasus2 bunuh diri masyarakat umum, mereka yg melakukan Seppuku, sangat dihormati masyarakat Jepang, selain dimaafkan kesalahan dan kekeliruan mereka, juga dipulihkan harkat dan martabat nya, ttp seiring dgn kemajuan jaman, tradisi Seppuku telah dilarang, juga mulai ditinggalkan, ttp budaya Malu tetap dipegang teguh oleh para pejabat pemerintah, mereka yg melakukan kesalahan dan kekeliruan, akan secara terbuka meminta maaf, serta mengundurkan diri dari jabatannya, serta menerima hukuman dgn patuh, mungkin masih blm lekang dari ingatan kita, bbrp orang atlit Asian Games Jeoang di Jakarta pada tahun 2018, ketika mereka ketahuan berada didaerah prostitusi dgn memakai jaket team Asian Games Jepang, mereka segera dirumahkan, begitu sampai di Jepang, mereka segera melakukan konpres, secara jantan mengakui kesalahan dan memohon maaf.